Sistem Resapan

TANGKI SEPTIC TANK DAN PERESAPANNYA

CV. Mitra Sabena | Setiap hari rumah tempat tinggal keluarga membuang air kotor yang harus ditampung dan diolah secara sanitasi. Yang dimaksud dengan air kotor adalah air buangan yang berasal dari jamban, jamban, kloset, dan air buangan yang mengandung kotoran manusia yang berasal dari alat perpipaan lainnya. Soufyan, Morimura, 1984

Saat ini sebagian besar metode pengelolaan air kotor yang ada belum memenuhi syarat kesehatan, baik di perkotaan maupun pedesaan, masih menggunakan sistem pengolahan air limbah on-site berupa septic tank. Pengolahan ini dipilih karena pengolahan air limbah terpusat (air kotor) masih belum banyak tersedia di Indonesia. Selain itu, sistem lokal juga tidak memerlukan biaya yang besar jika dibandingkan dengan sistem terpusat. Baik biaya pengembangan maupun operasional masih dapat ditanggung oleh pengguna. Pelaksanaan dan pengoperasian sistem lokal juga lebih sederhana sehingga dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat, baik secara individu, sebagai keluarga maupun oleh sekelompok orang (komunal).

Teknologi dalam pengolahan air limbah dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis berdasarkan pengguna fasilitasnya, yaitu pengolahan air limbah domestik individu dan pengolahan air limbah domestik komunal.

Teknologi pengolahan air limbah domestik perorangan yang biasa digunakan adalah tangki septik (septic tank). Tangki septik adalah ruangan kedap air yang terdiri dari kompartemen ruang yang berfungsi untuk menampung/mengolah air limbah rumah tangga dengan laju alir yang sangat lambat sehingga memberikan peluang terjadinya pengendapan padatan tersuspensi dan peluang penguraian bahan organik oleh mikroba anaerob. Proses ini berjalan secara alami sehingga memisahkan antara padatan berupa lumpur dan cairan yang lebih stabil (supernatan). Proses anaerobik yang terjadi juga menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan.

Cairan hasil olahan akan keluar dari septic tank sebagai efluen dan gas yang terbentuk akan dikeluarkan melalui pipa ventilasi. Sedangkan lumpur yang matang (stabil) akan mengendap di dasar tangki dan harus dikuras secara berkala setiap 2-5 tahun tergantung kondisi. Efluen dari septic tank masih memerlukan pengolahan lebih lanjut karena kandungan organik yang tinggi di dalamnya. Pengolahan lebih lanjut yang dapat digunakan adalah berupa sumur resapan dan small bore sewerage. Berdasarkan jenis pengolahannya lebih lanjut, septic tank dapat dibedakan menjadi septic tank dengan sumur resapan, evaporasi/penguapan yang dikenal dengan filter dan septic tank dengan saluran pembuangan air kecil.

Dalam pemanfaatannya, septic tank membutuhkan air pembilasan, jenis tanah yang permeabel (tidak kedap air) dan air tanah yang cukup dalam agar sistem peresapan dapat berlangsung dengan baik. Oleh karena itu, septic tank cocok digunakan pada daerah yang memiliki suplai air bersih baik dengan sistem perpipaan maupun sumur dangkal setempat, kondisi tanah yang dapat mengalirkan air, letak permukaan air tanah yang cukup dalam, dan tingkat kepadatan penduduk yang masih rendah. tidak melebihi 200 orang/ha (Bintek, 2011).

Tangki septik dianggap sebagai cara terbaik untuk mengolah air limbah, namun nyatanya masih ada pencemaran tanah dan air melalui rembesan. Persyaratan jarak di daerah pedesaan lebih mudah dipenuhi karena kepadatan hunian yang lebih rendah. Septic tank sebenarnya tidak cocok digunakan di kota-kota padat penduduk. Bahkan untuk rumah yang sangat sederhana dengan halaman yang sempit, tidak mungkin membangun septic tank yang memenuhi kebutuhan di setiap rumah. Namun, jika satu septic tank dibuat untuk beberapa rumah, sulit untuk mengelolanya. Di kawasan pemukiman lama yang sudah menggunakan septic tank, tidak mudah untuk mengubahnya menjadi sistem perpipaan. Biaya perpipaan sewerage yang biasanya berakhir dengan instalasi pengolahan limbah memang sangat mahal. Penggalian pipa yang sangat besar di tengah kota yang padat akan menimbulkan masalah mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan warga. Sistem perpipaan sewerage dengan instalasi pengolahan limbah mungkin hanya layak (feasible) untuk dibangun di kawasan pemukiman baru. Untuk kawasan seperti ini, warga juga lebih mudah untuk menyambung ke pipa air kotor. Keterbatasan biaya memaksa kami untuk sementara menetap di septic tank meskipun pengetahuan tentang instalasi bangunan dan teknologi pengolahan air limbah jauh lebih maju. Teknologi canggih hanya diterapkan dalam skala perusahaan (industri, hotel dan sebagainya), institusi (rumah sakit) dan kelompok perumahan mewah.

Tangki Septic Tank

Tangki septik merupakan salah satu peralatan pada suatu bangunan yang fungsinya sebagai instalasi pengolahan air kotor (air limbah), terutama dari jamban atau jamban. Oleh karena itu desain suatu bangunan harus dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah, jika instalasi air kotor ini tidak diperhatikan maka akibatnya akan pencemaran bagi lingkungan, kotor dan menjijikan bagi rumah-rumah di sekitarnya. Aplikasi di lapangan bentuk septic tank bermacam-macam bentuk dan jenisnya, namun idealnya bentuk dan bagian dari sistem sewerage seperti terlihat pada Gambar 1 di bawah ini:

Tangki septic Tank
Denah Sistem Pembuangan Air Kotor

Keterangan :

  1. Pipa saluran air kotor dari kakus atau WC ke golakan atau ruang penghancur.
  2. Ruang penghancur harus diberi pipa ventilasi untuk mengatur tekanan udara denganpipa Ø 1”
  3. Tangki septic, sebagai tempat pembusukan material kotoran menjadi lumpur. Tangki septic yang baru sebelum digunakan sebaiknya diisi dengan air cukup seember saja yang kotor berwarna hitam, sudah mengandung bibit pembusukan. Dengan maksud diberikan sebagai awal proses pembusukan di dalam tangki septic tersebut.
  4. Ruang pengambilan Lumpur dibuat tersendiri supaya tidak mengganggu proses pembusukan dan memudahkan didalam pengambilan lumpur matang. Untuk pengambilan lumpur dari tangki septic minimal 2 tahun sekali.
  5. Ruang pengeluaran air dari tangki septic ke ruang peresapan/rembesan. Letak penempatan pipa pengeluaran lebih rendah dari pipa pemasukan dengan ukuran perbedaan tingginya kurang lebih 10 cm.
  6. Ruang penggontor berfungsi sebagai tempat untuk mencairkan endapan dari tangki septic yang akan infiltrasi atau meresap.
  7. Konstruksi peresapan, dengan maksud air dari tangki septic disalurkan ke peresapan. Konstruksi peresapan ini susunannya terdiri dari kerikil dan pasir yang disekelilingnya dilapisi dengan ijuk.

Tata Cara Perencanaan Tangki septic Tank Dengan Sistem Resapan SNI : 03-2398-2002

Tata cara perencanaan septic tank dengan sistem leach. dimaksudkan sebagai acuan dan masukan bagi para perencana dalam tata cara pembangunan septic tank dengan sistem resapan dengan ukuran dan batasan untuk menentukan kebutuhan minimal fasilitas septic tank dengan sistem resapan di kawasan pemukiman.

Prosedur ini merupakan revisi dari SNI 03-2398-1991 (Tata Cara Perencanaan Septic Tank), yang direvisi atau ditambah dengan persyaratan teknis untuk ukuran septic tank dan jarak minimum ke bangunan.

Persyaratan teknis antara lain bahan bangunan harus kuat, tahan asam dan tahan air; bahan bangunan dapat dipilih untuk bangunan dasar. Penutup dan pipa untuk penyaluran air limbah adalah batu kali, bata merah, bata, beton bertulang, beton bertulang, PVC, keramik, plat besi, plastik dan besi.

Bentuk dan ukuran septic tank disesuaikan dengan jumlah pengguna, dan waktu penirisan. Untuk ukuran kecil (1 rumah tangga) bisa bulat 1,20 m dan tinggi 1,5 m.

Ukuran septic tank sistem campuran dengan masa drainase 3 tahun (untuk 1 rumah tangga, ruang basah 1,2 m3, ruang lumpur 0,45 m3, ruang ambang batas bebas 0,4 m3 dengan Panjang 1,6 m, Lebar 0,8m dan Tinggi 1 0,6 m) dan sistem terpisah dengan periode drainase 3 tahun (untuk 2 keluarga, ruang basah 0,4 m3, ruang lumpur 0,9 m3, ambang batas bebas 0,3 m3 dengan Panjang 1,6 m, Lebar 0,8 m dan Tinggi 1,3 m).

Pipa distribusi air limbah PVC, keramik atau beton di luar gedung harus kedap air, kemiringan minimal 2%, tikungan lebih besar 45% dipasang clean out atau pipa pengontrol dan 90% putaran harus dihindari atau dengan dua putaran atau menggunakan bak kontrol . Dilengkapi dengan pipa inlet dan outlet, pipa inlet dan outlet dapat berupa T-joint atau sekat, pipa outlet harus ditekan (5-10) cm lebih rendah dari pipa inflow. Pipa udara berdiameter 50 mm (2″) dan tinggi minimal 25 cm dari permukaan tanah. Lubang cek untuk pengurasan dan keperluan lainnya. Tangki dapat dibuat dengan dua chamber dengan panjang chamber pertama 2/3 bagian dan chamber kedua chamber 1/3 bagian Jarak septic tank dan daerah resapan ke bangunan = 1,5 m, ke sumur air bersih = 10 m dan sumur resapan air hujan 5 m.

Tangki septik dengan bidang resapan lebih dari 1 saluran, perlu dilengkapi dengan kotak distribusi, lihat gambar.

  • Tangki septic tank konvensional
Tangki septic tank konvensional
Tangki septic tank konvensional
  • Modefikasi tangki septic tank
Modefikasi tangki septic tank
Modefikasi tangki septic tank
  • Sistem Resapan
Sistem Resapan
Sistem Resapan

Persyaratan Tangki Septic Tank Menurut SNI – 03- 2398- 1991

Lihat tabel 1:

  • Ukuran Tangki septic tank
Ukuran Tangki septic tank
Tabel 1: Ukuran Tangki septic tank

Jarak Minimum dari Tangki septic atau Bidang/Sumur Resapan terhadap suatu unit tertentu berdasarkan persyaratan, SNI – 03- 2398- 2001.

Lihat tabel 2:

  • Jarak Tangki septic
Jarak Tangki septic tank
Tabel 2: Jarak Tangki septic tank

Perencanaan Tangki Septic Tank

Bentuk septic tank tidak banyak berpengaruh terhadap efisiensi degradasi bahan organik yang berlangsung di dalamnya. Oleh karena itu, tangki septik berbentuk silinder atau persegi panjang dapat digunakan. Bentuk silinder biasanya digunakan untuk pengolahan air kotor dengan kapasitas kecil dengan diameter minimal 1,20 m dan tinggi 1,00 m yang diperuntukan untuk 1 (satu) keluarga atau rumah tangga.

Tangki septik dibagi menjadi 2 (dua) berdasarkan jenis air limbah yang masuk, yaitu tangki septik dengan sistem campuran dan sistem terpisah. Septic tank dengan sistem campuran adalah septic tank yang menerima tidak hanya air kotor dari jamban (WC) tetapi juga air limbah dari mandi, mencuci atau kegiatan rumah tangga lainnya. Sedangkan septic tank dengan sistem terpisah adalah septic tank yang hanya menerima air kotor dari WC. Jenis air limbah yang masuk akan menentukan dimensi septic tank yang akan digunakan dalam kaitannya dengan waktu detensi dan dimensi ruang (zona) di dalam septic tank.

Secara umum tangki septik dengan bentuk persegi panjang mengikuti kriteria desain sebagaimana dimaksud dalam SNI 03-2398-2002, yaitu sebagai berikut:

  1. Perbandingan antara panjang dan lebar adalah (2-3) : 1
  2. Lebar minimum tangki adalah 0,75m
  3. Panjang minimum tangki adalah 1,5m
  4. Kedalaman air efektif di dalam tangki antara (1-2,1)m
  5. Tinggi tangki septic adalah ketinggian air dalam tangki ditambah dengan tinggi ruang bebas (free board) yang berkisar antara (0,2-0,4)m
  6. Penutup tangki septic yang terbenam ke dalam tanah maksimum sedalam 0,4m

Jika panjang tangki lebih besar dari 2,4 m atau volume tangki lebih besar dari 5,6 m3, maka bagian dalam tangki dibagi menjadi 2 (dua) kompartemen, yaitu kompartemen inlet dan kompartemen outlet. Proporsi ukuran kompartemen inlet adalah sekitar 75% dari total ukuran septic tank. Penentuan dimensi septic tank dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu dengan menghitung atau menggunakan tabel yang terdapat dalam SNI 03-2398-2002.

Selanjutnya mengenai TANGKI SEPITENG RUMAH TANGGA

Scroll to Top
Open chat
CV. Mitra Sabena
Beritahu kami lokasi untuk layanan yang anda butuhkan.
Jasa apa yang anda butuhkan?
#SedotWc #SedotLemak #SaluranMampet #WastafelMampet #SedotLumpur #KurasSepticTank #PembuatanSepticTankBaru #RenovasiSepticTank
Kapan anda membutuhkan layanan?
WhatsApp kami segera ==>
Call Now Button